Rubah termasuk ked alam golongan anjing, namun juga termasuk hewan yang lebih pintar dibandingkan dengan hewan – hewan lain di golongannya.

Bahkan di zaman dulu, rubah merupakan teman yang baik bagi manusia. Rubah adalah salah satu hewan karnivora atau pemakan daging, sekaligus pemburu yang tangkas.

Rubah biasanya memakan tikus, serangga, atau kelinci. Hewan ini juga ternyata merupakan salah satu teman baik bagi manusia.

Di Yordania, pernah juga ditemukan makam seorang lelaki dan rubahnya. Diperkirakan juga, bahwa makan ini sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu. Artinya, rubah merupakan salah satu teman baik manusia sejak ribuan tahun yang lalu.

Hewan ini juga memiliki sederet kecerdasan, salah satunya adalah dalam penyimpanan makanan. Rubah senang sekali mengubur makanannya di tempat – tempat yang jarang terlihat.

Kemudian mereka akan meninggalkan tanda tertentu agar mereka bisa mengenali tempat tersebut dengan baik.

Di samping itu, sesame rubah memiliki cara komunikasinya sendiri. Ada suara – suara tertentu yang bisa mereka hasilkan dan hanya dikenali oleh sesame rubah.

Ketika berburu, rubah juga merupakan hewan yang gesit. Mereka bisa melompat tinggi dan menerkam mangsanya.

Dan karena salah satu makanan utama rubah adalah tikus, maka rubah seringkali dianggap sebagai pembasmi hama yang baik.

Rubah bisa beradaptasi dengan banyak hal. Saat kekurangan makanan berupa daging, mereka bisa menggantinya dengan jenis makanan lain.

Misalnya mereka bisa makan tumbuh – tumbuhan yang mungkin lebih mudah ditemukan. Jika cuaca berubah menjadi dingin, tubuh rubah juga bisa bertahan karena memiliki lapisan khusus yang membuatnya tetap hangat.

Rubah juga lahir dengan warna cokelat dan abu abu dan warna ini akan berubah setelah lewat usia satu bulan.

Anak rubah merah juga bisa punya warna yang berbeda dengan saudara atau orangtuanya. Namun tentu saja, merah adalah warna paling umum yang dimiliki rubah merah.

Mereka juga memiliki pupil mata yang sama dengan kucing, yaitu vertikal memanjang. Hal ini memudahkan mereka untuk melihat dalam gelap.

Jika disoroti dengan senter dalam gelap, maka mata mereka akan bersinar atau terlihat menyala. Mereka juga bisa menarik cakarnya ke dalam supaya tidak mudah tumpul.

Rubah mengikuti mangsanya diam – diam dengan penuh kesabaran lalu menerkam di saat yang tepat. Mereka juga memiliki perasaan yang sama dengan kucing walaupun merupakan keluarga biologi dari anjing.

Rubah juga diprediksi hanya bisa bertahan hidup antara 2 – 4 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran mereka bisa hidup sampai 10 – 12 tahun.

Predator yang memburu mereka terbilang cukup banyak, meliputi koyote, elang botak, serigala, beruang, singa gunung, hingga manusia.

Biarpun berumur pendek, spesies rubah merah tidak terancam kepunahan menurut IUCN. Menurut National Geographic, rubah merah bisa melahirkan antara 2-12 ekor anak dalam sekali waktu.

Berbeda seperti serigala, rubah bukanlah hewan kawanan. Mereka suka hidup sendiri-sendiri, biarpun terkadang-kadang berkelompok untuk berburu.

Saat musim kawin, pejantan akan hidup bersama betina selama masa kawin, kehamilan, hingga membesarkan anak-anak.

Pejantan memberi dukungan dengan membawakan makanan dan ikut membesarkan anak-anak mereka sampai para anak cukup besar untuk hidup sendiri.

Sayangnya, manusia sering memburu rubah untuk memanfaatkan bulunya. Karena, bulu rubah sangat hangat jika dijadikan mantel. Walau begitu, memburu seekor rubah juga ternyata cukup sulit.

Biarpun kerap diburu manusia untuk olahraga, diambil bulunya, karena mengancam hewan ternak, dan karena merupakan pembawa penyakit seperti rabies, rubah merah memiliki kemampuan adaptasi yang baik, entah itu di habitatnya atau di lingkungan manusia.

Itulah berbagai sifat dan fakta menarik dari rubah yang jarang diketahui. Semoga bermanfaat.