Beberapa waktu lalu, Indonesia baru saja kedatangan tamu dua ekor giant panda, satwa endemic sekaligus ikon Negeri Tirai Bambu.

Kedatangan dua panda ini merupakan bagian dari konservasi giant panda yang telah diinisiasi antara Indonesia dan China sejak 2010. Nantinya, sepasang panda itu akan ditempatkan di Taman Safari, Bogor, Jawa Barat.

“Konservasi giant panda ini akan menggunakan mekanisme peminjaman (breeding loan),” ujar Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Djati Witjaksono Hadi dalam konferensi pers di gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sepasang panda itu bernama Cai Tao dan Hu Chun. Keduanya berusia tujuh tahun dengan berat masing-masing 128 kilogram dan 113 kilogram.

Mereka merupakan hasil pengembangbiakan (breeding) dari China Conservation Research Center for the Giant Panda.

Panda juga pada dasarnya adalah sejenis beruang yang memiliki warna hitam putih. Di alam liar, mereka bisa ditemukan di hutan bamboo yang lebat, di atas pegunungan di wilayah China tengah.

Mamalia yang sangat cantik ini bisa memakan segala jenis makanan atau Omnivora. Sementara mereka mengonsumsi ikan dan binatang kecil lainnya, mereka akan memakan 99% bamboo untuk diet.

Binatang khas China ini juga akan makan dalam jumlah besar setiap harinya. Mereka menghabiskan waktu 12 jam perhari untuk mengisi perutnya saja. Bamboo yang dikonsumsi juga bisa mencapai 12 kilogram perhari.

Panda memiliki nama latin Ailuropoda Melanoleuca yang artinya “kaki kucing berwarna hitam putih”. Panda juga bisa tumbuh hingga 1,2 meter – 1,5 meter dengan bobot 75 kilogram hingga 135 kilogram.

Para ilmuan masih belum bisa memastikan berapa lama panda bisa hidup di alam liar. Namun di penangkaran mereka bisa hidup selama 30 tahun.

Panda juga terlahir dengan warna merah muda atau pink dengan ukuran 15 sentimeter. Mereka juga terlahir dalam keadaan buta dan baru bsia membuka matanya di usia enam sampai dengan delapan minggu.

Awalnya, panda diperkirakan sebagai binatang soliter yang hidup menyendiri dengan jantan dan betina yang hanya bertemu sebentar pada musim kawin.

Namun penelitian menunjukkan bahwa panda sesekali saling bertemu di luar musim kawin dan berkomunikasi dengan aroma mereka sebagai tanda dan panggilan.

Induk panda juga melahirkan satu atau dua anak panda setiap dua tahun sekali. Bayi – bayi panda tersebut akan terus bersama induknya hingga usia 18 bulan.

Setelah mereka memasuki usia tersebut, maka mereka akan menjelajah dan mencari makan sendiri. Tak seperti kebanyakan beruang, panda tidak berhibernasi.

Ketika musim dingin datang, mereka turun dari habitatnya di gunung ke wilayah yang lebih hangat. Sayangnya, mammalian yang sangat cantik ini diperkirakan hanya tersisa 1000 ekor di alam liar.

Karena itulah, sebaiknya kita melakukan apa pun yang bisa kita lakukan agar bisa melindungi hewan lucu dan menggemaskan ini.

Karena jumlahnya yang terus menyusut, sejak 1988 World Wildlife Fund (WWF) resmi menjadikan panda sebagai salah satu hewan yang dilindungi. Pada 2004, jumlah panda di dunia menyusut hingga 1596 ekor saja.

Hal ini dikarenakan banyaknya perburuan liar yang mengambil bulu panda untuk dijadikan pakaian dan bahan peralatan rumah tangga.

Berbagai upaya perlindungan panda pun dilakukan. Pemerintah China pun bersikap keras untuk melindungi satwa yang satu ini.

Untungnya, upaya tersebut membuahkan hasil. Jumlah panda secara keseluruhan kini diperkirakan telah menyentuh angka 2060 jiwa.

Itulah berbagai fakta unik tentang panda. Semoga bermanfaat.